Diduga Aniaya 2 Santri Pakai Kabel Listrik, Oknum Guru Ponpes Dilaporkan ke Polisi

Antara
Orang tua santri melapor ke Polres Cianjur menyusul dugaan penganiayaan di pondok pesantren. (Foto: Antara)

Adis mengatakan dia menitipkan anak ke pondok untuk mendapatkan pendidikan agama bukan untuk disiksa.

"Saya melaporkan ini, agar ada efek jera dan tidak ada lagi santri yang mendapat penyiksaan seperti ini. Kalau memang melanggar seharusnya tidak dihukum seperti ini. Saya yang melahirkannya tidak pernah memberi pelajaran ke anak dengan main tangan," katanya.

Sementara Hr, korban penyiksaan oknum guru itu, mengatakan, dia dan temannya dipanggil oknum guru tersebut karena diduga melakukan kesalahan keluar pondok untuk berbelanja keperluan ke toko swalayan. Namun dirinya tidak ikut hanya mengetahui temannya keluar pondok.

"Saya tidak tahu, kalau saya berbuat salah. Tapi kami dipanggil oknum guru untuk menghadap. Ketika berhadapan kami mendapat pukulan di tangan, kaki dan punggung, kami dipukul menggunakan seutas kabel lsitrik," ucapnya.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Aksi Bejat Pimpinan Ponpes di Jombang Terungkap setelah Santriwati Kabur Ketakutan dari Asrama

57 tahun lalu

Bocah di Cianjur Hilang 2 Hari Ternyata Tenggelam di Sungai, Pencarian Masih Dilakukan

57 tahun lalu

Tragis! Pekerja Tewas Tertimbun Longsor di Cianjur

57 tahun lalu

Buron 6 Hari, Pelaku Tabrak Lari Tewaskan Anggota LBH Cianjur Ditangkap

57 tahun lalu

2 Pemudik Terseret Arus di Cipendawa Cianjur, Jasad Ditemukan Terpisah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal