Demi Hidup Berkecukupan Banyak Warga Salopa Tasikmalaya Nekat Jadi Gurandil

Asep Juhariyono
Suasana kota Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya. Warga di kecamatan ini banyak yang menjadi penambang emas liar atau gurandil. (Foto: iNewsTv/Asep Juhariyono)

Untuk bekerja menjadi seorang penambang, ujar Eka, ada bos sebagai pemodal yang datang dan membiayai semua ongkos perjalanan dan biaya hidup warga Salopa di pertambangan.

"Biasanya mereka berangkat sekitar sepuluh hingga dua puluh orang. Warga dijemput oleh travel ke Jakarta dan dari Jakarta naik pesawat ke daerah tujuan," ujar dia.

Jika mereka sudah mulai bekerja dan berhasil, tutur Eka, semua ongkos yang telah dikeluarkan oleh bos, akan dipotong dari penghasilan mereka. "Ada juga warga yang tidak sukses. Untuk bisa pulang ke kampung halamananya, mereka meminta kiriman uang dari keluarga di kampung," tutur Eka.

Nanik, tetangga korban Yuda dan Reza, di Kecamatan Salopa, banyak warga yang berangkat menjadi penambang emas di Kalimantan, Palu, Manado, Jambi, dan Padang.

"Mereka tergiur karena hasilnya bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta. Bagi yang berhasil bisa membeli mobil, membangun rumah, sapi, dan tanah," kata Nanik.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Video Pencarian Penambang Emas Tertimbun Longsor di Kalteng

57 tahun lalu

Hari Kedua Pencarian 7 Penambang Emas asal Tasikmalaya di Kobar Kalteng, Nihil

57 tahun lalu

Pencarian 7 Penambang Emas di Kobar Dilanjutkan, Basarnas: Lubang Masih Banyak Air

57 tahun lalu

10 Penambang Tertimbun Longsor di Kobar Kalteng, Uun Berharap 2 Anaknya Selamat

57 tahun lalu

Penambang Tertimbun di Kobar Kalteng, Ibunda Yuda dan Reza Terus Menangis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal