Sembilan dari 10 penambang yang menjadi korban adalah warga Desa Mulyasari, Karyamandala, Mandalahayu, Kecamatan Salopa. Sedangkan satu penambang adalah warga Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya.
Kecamatan Salopa berada di kawasan pegunungan dan dikelilingi hutan dan perkebunan. Sebagian besar warga Salopa berprofesi sebagai petani, berkebun, dan berdagang.
Eka, warga Desa Mulyasari, Kecamatan Salopa mengatakan, banyak warga, terutama pria, lebih memilih bekerja di pertambangan emas tradisional di luar Pulau Jawa.
Sebab, banyak warga Kecamatan Salopa yang sukses setelah menjadi penambang emas. Mereka yang sukses bisa membangun rumah, membeli mobil, sapi, dan tanah.
"Hal ini lah yang menjadi daya tarik bagi warga lainnya untuk menjadi penambang emas tradisional meski pekerjaan tersebut nyawa taruhannya," kata Eka.