TASIKMALAYA, iNews.id - Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dikenal sebagai kecamatan para penambang emas tradisional atau dalam bahasa Sunda gurandil di tanah seberang di luar Pulau Jawa. Mereka berharap dapat memperbaiki ekonomi keluarga dan hidup berkecukupan lewat butiran logam mulia.
Meski bertaruh nyawa, mereka nekat meninggalkan kampung halaman untuk mencari butiran emas di Pulau Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan daerah lain.
Diketahui, penambang emas yang mengalami musibah di lokasi penambangan emas liar di tepi Sungai Seribu, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng) merupakan warga Tasikmalaya.
Sebanyak 10 penambang tewas tertimbum longsor di dalam lubang penambangan sedalam 65 meter. Tiga di antara 10 korban berhasil dievakuasi dalam keadaan tak bernyawa. Sedangkan tujuh penambang lainnya terkubur di dalam lubang.
Lantaran lokasi korban berada di kedalaman 65 meter di bawah permukaan tanah dan sulit dilakukan serta membahayakan, tim search and rescue (SAR) gabungan di Kobar, Kalteng memutuskan menghentikan upaya evakuasi.