“Pak kok mirip yang di buku kaya Pak Dedi,” ucap Ijoh.
“Bukan, Pak Dedi itu suka pake iket. Ibu fitnah-fitnah saya loh gak boleh, Bu. Saya Yudi mau bikin pabrik ayam di sini,” kata Dedi berkilah.
Ijoh yang semakin yakin jika sosok pria di depannya adalah Dedi langsung berlari dan duduk bersimpuh. Ia pun langsung menangis seraya berterima kasih pada Dedi Mulyadi yang sudah banyak menolong orang-orang termasuk dirinya.
Merasa penyamarannya sudah terbongkar dan melihat Ijoh menangis di hadapannya Kang Dedi Mulyadi pun mengakui segalanya. Namun Kang Dedi tetap memuji Ijoh yang memiliki keteguhan hati dan selalu bersyukur setiap hari.
“Justru ibu yang baik, ibu ngurusin anak orang ngajarin ngaji tiap hari, bersyukur tiap hari. Ibu selalu bersyukur dengan apa yang didapat, berterima kasih pada orang yang membantu, tidak semua orang punya jiwa seperti ibu. Yang penting semua udah bisa sekolah, yang satu bisa nyantri,” ucap Dedi.
“Kambingnya gak usah, diurus saja buat anak-anak. Ibunya yang sehat, uangnya dimanfaatkan dengan baik untuk investasi di rumah jangan dihabisin, anak tetap ke pesantren, utang HP dilunasi. Makanannya dimanfaatin, diatur dengan baik, ibu sudah punya tabungan kambing dan uang. Ibu punya investasi yaitu keikhlasan dalam hidup dan bersyukur pada setiap yang diterima,” pungkas Kang Dedi Mulyadi.