Sarjono yang sehari-hari berprofesi sebagai petani ini adalah sosok bertanggung jawab. Tidak hanya memberi nafkah, tapi dia mampu mengurus istri dan membesarkan ketiga anaknya dengan penuh rasa sayang.
Bahkan dari cerita Sarjono, awalnya dia diberi nama Karlan. Namun nama itu dia ubah sendiri menjadi Sarjono pascamenikah dengan istrinya Sarniti agar terdengar lebih serasi.
“Anak-anaknya juga hebat. Walaupun bekerja sebagai kuli bangunan tapi bapaknya mau nonton wayang golek dibekali uang Rp50.000. Hebat anaknya,” ujar Kang Dedi dalam rilis yang diterima iNews.id, Jumat (13/5/2022).
Penampilan Kang Dedi, cepot, dan Sarjono di atas panggung tidak hanya mengundang tawa tapi juga penuh dengan filosofi kehidupan. Dari cerita Sarjono banyak pelajaran hidup yang bisa menjadi panutan bagi anak muda.
Di akhir acara Kang Dedi memberikan sejumlah uang kepada Sarjono. Tanpa diduga Sarjono menjawab akan memberikan sepenuhnya uang kepada sang istri.
“Makanya jangan nilai orang dari tampilannya, tapi dari jiwanya. Ternyata Abah ini lalaki langit lalanang jagat, pi surgaeun,” tutur mantan Bupati Purwakarta dua periode ini.
Kemudian, Kang Dedi dan Sarjono turun dari atas panggung. Namun acara wayang golek dengan dalang Dadan Sunandar Sunarya terus berlanjut hingga menjelang pagi.