“Ini uang untuk disetorin ke istri sama anak di Soreang. Dulu saya ngamen, cuma dikasih tahu sama anak-anak Bandung katanya kalau mau dapat uang lebih banyak harus kaya gini (pura-pura buntung),” kata Rasyidin.
Karena aksi tipu-tipunya sudah ketahuan, Rasyidin pun akhirnya pasrah ikut masuk ke mobil Dedi. Di dalam mobil ia bercerita sejak awal ia tak mau ikut karena mengenal Kang Dedi Mulyadi.
Rasyidin mengaku telah setahun terakhir berhasil nge-prank warga Subang dengan berpura-pura sebagai pengemis berkaki buntung. Sementara kebiasaannya ngelem sudah dilakukan sejak tiga tahun terakhir.
“Sehari dapat Rp500.000. Paling sedikit Rp300.000. Uangnya setiap hari dikirim ke istri sama anak yang ke satu 8 tahun, yang kedua 2,5 tahun. Istri gak tahu saya gini, tahunya ngamen,” kata Rasyidin.
Setiap hari beraksi dia bisa mengantongi ratusan ribu dari hasil ‘prank’ tersebut. Namun aksinya itu kini terhenti setelah ketahuan pura-pura buntung untuk menarik simpati orang.