Hanya waktu informasi itu didapat, sudah lewat dari pukul 13.00 WIB. Sementara menurut keterangan Asda II, jika lewat dari jam 12.00 WIB, para penggali makam tidak sanggup. Mereka khawatir karena sekarang sedang musim hujan dan di lokasi TPU tidak ada penerangan. Akhirnya disepakati pemakaman ditunda.
"Karena memang sudah sore jadi pemakaman diundur. Baru pada Selasa (22/6/2021) pagi sekitar jam 09.00 WIB korban akhirnya di bawa ke TPU khusus Covid-19 milik Pemda KBB di Rajamandala, Cipatat," kata Aas.
Dia mengakui, kasus Covid-19 di wilayah Cilame saat ini cukup tinggi. Lebih dari 130 orang sempat terkonfirmasi positif. Hanya, kebanyakan mereka melakukan isolasi mandiri.
"Warga yang meninggal ini sebenarnya ada anak dan menantunya di rumah tersebut yang sedang menjalani isolasi mandiri," katanya.
Dia menambahkan, dengan kasus yang terus meningkat akhir-akhir ini, pemerintah desa berupaya semampunya untuk melakukan antisipasi. Pihaknya menggencarkan sosialisasi protokol kesehatan, penyemprotan disinfektan, dan memberi bantuan secara gotong royong bersama warga membantu logistik kepada warga yang diisolasi.