BANDUNG, iNews.id -Pandemi tak hanya membuat sebagian orang sulit bergerak bebas akibat keterbatasan ruang, tetapi juga membawa masyarakat lebih kritis. Kekritisan itu juga muncul dari mereka yang konsen di dunia musik, seperti grup band asal Kota Bandung satu ini.
Mereka menuangkan kritik terhadap kondisi sosial dalam sebuah album. Genre yang dibawakan pun groove metal. Adalah grup band Tibiast yang digawangi oleh Radit (vokal), Rafly (guitar), Uca (guitar), Kiming (bass), dan Fikry (drum).
Ya, cerita perihal Tibiast berawal dari niat sisa-sisa anggota unit punk Bandung bernama Resist. Mereka komitmen melanjutkan proyek musikal mereka yang dalam prosesnya akhirnya melibatkan 90 persen anggota baru dan menghasilkan musik yang benar-benar baru.
Komitmen baru benar benar jauh dari apa yang Resist hasilkan di masa sebelumnya. Begitu berbedanya hingga mereka memutuskan memakai nama baru pada album perdananya yang diproduksi pada masa pandemi.
Tibiast merupakan revivalis, dalam hal ini mereka memainkan subgenre metal yang pernah populer di pertengahan hingga akhir 90-an bernama groove metal. Meramu metal dengan agresi hardcore-metal ala pro-pain.