Pemerintah mengalokasikan BST untuk Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 32.251 KPM dengan nilai bantuan sebesar Rp64,394 miliar. Sementara untuk Kota Tasikmalaya dialokasikan sebanyak 11.564 KPM dengan nilai bantuan sebesar Rp19,836 miliar.
Mensos Juliari juga berdialog dengan petugas PT Pos tentang bagaimana pelayanan terhadap KPM dilakukan. Dia juga menanyakan apa saja kendala yang dihadapi petugas dalam melayani KPM.
Petugas kemudian menjelaskan pelayanan terhadap KPM relatif lancar. Untuk KPM lansia dan sakit, petugas berinisiatif menjemput ke rumah.
Mensos mengatakan, Program BST dan Bansos Sembako Bantuan Presiden akan berlanjut hingga Desember 2020. "Nilainya akan berkurang menjadi Rp300.000 per KPM per bulan. Ini karena pemerintah juga akan membantu dengan berbagai bantuan penguatan ekonomi. Dengan kondisi new normal, masyarakat juga bisa lebih produktif," katamya.
Sebelumnya Mensos yang didampingi Dirjen Penanganan Fakir Miskin Asep Sasa Purnama juga meninjau penyaluran BST di dua lokasi, yakni di KPC Bayongbong, Kecamatan Mekarsari, Garut Kemudian, penyaluran BST secara komunitas di Kantor Desa Neglasari, Kecamatan Limbangan.
Dalam kesempatan itu, hadir pula Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzanul Ulum, Dirut PT Pos Indonesia Gilarsi Wahyu Setijono, Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto, dan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman.