"Paling berkesan waktu itu, mendengar musik pengamen nyanyi lagu Sunda. Karena enak suaranya jadi pengantar perjalanan," ujar Uneh.
Kini masa keemasan Bus Madona sudah berlalu. Ada beberapa faktor penyabab Bus Madona tak dilirik lagi oleh masyarakat. Misalnya, minimnya dukungan pemerintah untuk mewujudkan sistem transportasi massal yang terintegrasi.
Ogin (68) merupakan salah satu sopir Bus Madona yang masih bertahan di tengah sepinya penumpang. Kendaraan itu sekarang lebih sering masuk garasi lebih awal dari ketentuan jam operasional lantaran sulit dapat muatan. Jika memaksa jalan, bus justru rentan terjebak kemacetan yang mengakibatkan bengkak ongkos beli solar.
Momen bus panen muatan pada sore hari, mengangkut siswa pulang sekolah, atau pekerja pabrik dan kantoran, kini tinggal puing kenangan manis masa lalu. Maka, pulang lebih awal adalah opsi terbaik saat ini.
"Rusaknya Madona mah gara-gara HP jeung motor. Akibat kedua alat ini, masyarakat punya kecenderungan pakai kendaraan pribadi," kata dia.