Wina Rezky Agustina mengatakan, kepekaan dan naluri perempuan itu lebih kuat. Perempuan bisa melakukan hal yang tak terduga, termasuk melakukan sebuah penolakan yang berujung tragedi. Diam saja perempuan itu berpikir. Seperti yang terjadi pada kisah Apun Gencay.
“Apun menurutku adalah sang pemberani yang berkisah dan menjadi saksi bahwa perempuan pun bisa melawan sekalipun dalam sunyi dan keterbatasan,” kata Wina Rezky Agustina.
Sejarah Apun Gencay
Hendi Jo, sejarawan Cianjur, mengatakan, kisah Apun Gencay dalam sejarah Cianjur bukanlah bahasan baru. Namun penampakannya dalam sebuah tarian memang sangat baru kalau tidak bisa disebut yang pertama kali.
Menurut Hendi Jo, kisah Apun Gencay bermula dari sosok perempuan cantik asal Cikembar, Kabupaten Sukabumi kini. Apun Gencay ditengerai menjadi pemicu terbunuhnya Bupati atau Dalem Cianjur Raden Aria Wiratanudatar III.
Raden Aria Wiratanudatar III merupakan cucu Raden Aria Wiratanudatar I yang diangkat menjadi Bupati Cianjur pada 1707 dan memerintah hingga 1726. Ketika itu, wilayah yang kini Sukabumi merupakan bagian dari wilayah kekuasaan Kadipaten Cianjur.