Beragam Masalah Warnai PPDB di Jabar, dari Siswa Titipan hingga Penyalahgunaan SKTM

Antara
Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Abdul Harris Bobihoe. (Foto: Antara)

Pihaknya sudah menekankan warga untuk memanfaatkan jalur yang sudah disediakan Dinas Pendidikan dalam PPDB, yakni jalur prestasi, afirmasi, dan zonasi.
 
"Seharusnya mereka menggunakan jalur-jalur itu jangan kemudian ke anggota dewan minta surat itu kan kasihan anggota dewannya, di-'bully' (menjadi korban perundungan) terus. Kami ingin menegakkan PPDB berjalan dengan baik jangan sampai kami sendiri harus melanggar," katanya.

Harris mengatakan masih ada penyimpangan dilakukan masyarakat demi menyekolahkan anak mereka ke tempat yang dianggap sekolah favorit, seperti memaksakan diri memasuki zonasi terdekat sekolah agar dapat diterima, padahal jarak rumah anak dengan sekolah yang sebenarnya puluhan kilometer.

"Pada era saat ini tidak ada lagi namanya sekolah favorit. Hal itu harus dihapuskan. Ada orang tua maunya di SMA 3, kalau begitu gini saja di Bandung kita namanya semua sekolah SMA 3 saja. Begitu ya jadi biar anggapan ini berhenti," katanya.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Cegah Pungutan Liar, PPDB di Sukabumi Dipantau Langsung Saber Pungli

57 tahun lalu

Asyik, Warga Kurang Mampu Gunungkidul Bisa Kuliah Murah di UGK

57 tahun lalu

Soal Ribuan Pendaftar PPDB 2023 Curang Didiskualifikasi, Disdik Jabar Bilang Begini

57 tahun lalu

Aktivis Pendidikan Desak Disdik Jabar Ungkap Data Pendaftar PPDB yang Didiskualifkasi

57 tahun lalu

Beredar Surat Rekomendasi PPDB Bodong di Bandung, Atas Namakan Pejabat Pensiun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal