Di beberapa ruangan benteng, terdapat bekas galian berbentuk bundar, seperti lubang sumur. Galian itu diduga sengaja dibuat oleh para pemburu harta karun.
Yogi Miftah Fauzi (21) mengatakan, warga dan pemuda karang taruna sebelumnya berupaya menjaga Benteng Legok Jawa agar tetap terjaga nilai historisnya.
Namun karena sudah lama tidak lagi diperhatikan, akhirnya banyak tangan-tangan iseng yang melakukan perusakan. "Sudah lama memang gak terawat, jadi kondisinya ya terbengkalai seperti itu," kata Yogi Miftah, Sabtu (12/3/2022).
Kondisi kerusakan benteng Legok Jawa, ujar Yogi Miftah, telah terjadi sejak lama yang ditandai penjarahan besi-besi bekas jendela dan pintu benteng. Pascakejadian itu kerusakan makin mengkhawatirkan dengan munculnya lubang-lubang bekas galian oleh para pemburu harta karun.
Peristiwa itu diperkirakan terjadi sekitar 2017 silam. "Karena ada aksi penggalian, imbasnya lantai benteng ikut rusak dan banyak tanah yang dibuang seenaknya jadi menutup jendela dan pintu benteng," ujar Yogi Miftah.
Dia berharap Pemkab Bandung Barat dan pihak-pihak terkait segera turun tangan untuk melestarikan bangunan bersejarah itu. Jika tidak, dikhawatirkan Benteng Legok Jawa akan musnah, baik oleh akibat ulah manusia ataupun ditelan usia.
Padahal jika dilestarikan benteng itu bisa jadi destinasi wisata sejarah bagi generasi mendatang. "Ya kalau dijaga dan dilestarikan paling tidak bisa jadi objek wisata sejarah, apalagi di KBB kan banyak juga bangunan peninggalan Belanda," tuturnya.