Awal Tradisi Kuda Kosong di Cianjur, Bentuk Penghormatan Adik ke Kakak

Ricky Susan
Salah satu tradisi di Cianjur yang tetap dipertahankan hingga saat ini yaitu Kuda Kosong. (Foto: Istimewa)

Sesampainya di Cianjur, kuda tersebut diarak mengelilingi kota Cianjur dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat di sana.

Dari situlah, penamaan istilah Kuda Kosong berawal pada saat Aria Natadimanggala membawa kuda pemberiannya dari Mataram ke Cianjur dengan tidak ditunggangi.

Dari sejarah tersebut, lalu Cianjur menghasilkan tradisi yang disebut Kuda Kosong. Konon, pada saat menggelar tradisi kuda kosong, kuda tersebut sedang ditunggangi oleh Eyang Suryakencana, yang merupakan anak dari hasil pernikahan Raden Aria Wiratanudatar dengan putri jin.

Adapun dalam helarannya dibutuhkan sejumlah peralatan dan perlengkapan seperti penutup badan kuda, aksesoris kepala dan kaki, serta bunga wana-warni.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kuda Kosong Masih Jadi Magnet Warga Cianjur di Helaran Seni dan Budaya, Ini Rutenya

57 tahun lalu

Viral! Pawai Budaya di Malang Ricuh Gegara Suara Sound Horeg Terlalu Keras

57 tahun lalu

Pelestarian Seni Tradisional Sunda, Reak Kuda Renggong Meriahkan Helaran Budaya di Bandung

57 tahun lalu

Seren Tahun Kasepuhan Sinaresmi Sukabumi, Mang Saswi Ikut Atraksi Debus

57 tahun lalu

Dorong Milenial Cirebon Cinta Seni Tradisional, Ganjar Sejati Gelar Lomba Tari Topeng

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal