3 Warga Garut Kembali Terjangkit Difteri, Dirawat Intensif di RSUD dr Slamet

Ii Solihin
Staf RSUD dr Slamet Garut menunjukkan ruang isolasi Cempaka Atas tempat enam pasien difteri dirawat. (FOTO: iNews/II SOLIHIN)

Willy Indrawilis menyatakan, untuk mengantisipasi pasien susulan yang terjangkit bakteri difteri, RSUD dr Slamet telah menyiapkan ruangan isolasi dengan penambahan ruangan dan 14 tempat tidur.

Diberitakan sebelumnya, tujuh anak di Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan, Garut meninggal dunia akibat difteri. Pemkab Garut pun menetapkan kejadian luar biasa (KLB) difteri di desa tersebut.

Berdasarkan hasil penelusuran Tim Survailans Dinkes Jabar, KLB difteri terjadi di Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan, diduga akibat cakupan imunisasi difteri sangat rendah. Masyarakat menolak anak mereka diimunisasi difteri karena alasan agama.

Padahal anak-anak sangat rentan tertular penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diphtheriae tersebut. Penyakit ini menyerang saluran pernapasan.

Difteri menyebabkan seseorang menjadi susah bernapas, gagal jantung, mengalami kelumpuhan, hingga kematian. Gangguan jaringan saraf dan serangan jantung akibat infeksi bakteri difteri sangat berbahaya.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Cimahi Waspada Difteri Imbas Mobilitas Warga Luar Daerah Terutama dari Garut

57 tahun lalu

Atasi Wabah Difteri, Semua Anak di Pangatikan Garut Bakal Divaksinasi Massal 

57 tahun lalu

Wabah Difteri di Pangatikan Garut Terjadi Diduga akibat Vaksinasi Rendah 

57 tahun lalu

7 Anak di Pangatikan Garut Meninggal akibat Wabah Difteri

57 tahun lalu

3 Anak asal Pangatikan Idap Difteri Dilarikan ke RSUD Garut, Begini Kondisinya saat Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal