Sementara itu, Bupati Bogor, Ade Yasin mengaku akan membuatkan 2.000 huntap untuk keluarga korban yang rumahnya terdampak bencana. Kini, Pemerintah Kabupaten Bogor dihadapkan dengan pekerjaan rumah (PR) merobohkan ratusan pohon di lahan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII Cikasungka, sebagai tempat pembangunan huntap.
"Untuk membangun huntap, jadi sebelum land clearing (pembersihan lahan), kita bersihkan dulu pohon-pohonnya," ujar Bupati Bogor, Ade Yasin.
Seperti diketahui, berdasarkan hasil rekap data terakhir, bencana banjir dan longsor yang terjadi pada Rabu (1/1/2020) itu menyisakan 14.010 pengungsi yang berasal dari empat kecamatan. Dari Kecamatan Cigudeg sebanyak 922 orang, Kecamatan Sukajaya sebanyak 9.926 orang, Kecamatan Nanggung sebanyak 3.121 orang, dan Kecamatan Jasinga sebanyak 41 orang.
Pasalnya, peristiwa di awal tahun 2020 itu banyak menyebabkan kerusakan materil, khusus bangunan rumah ada sebanyak 1.092 unit rusak berat, 1.625 unit rusak sedang, dan 1.334 unit rusak ringan.
Kejadian tersebut juga menelan korban jiwa sebanyak delapan orang, dan tiga orang hilang yang kini sudah dinyatakan meninggal meninggal dunia. Kemudian, 12 orang mengalami luka berat, dan 517 orang mengalami luka ringan.