IF, istri dari RAH mengatakan, penangkapan yang dilakukan tim Densus 88 Antiteror terhadap suaminya itu membuat keluarga terkejut. Sebab selama ini RAH berperilaku seperti warga umumnya.
"Baik banget. Walaupun saya salah juga gak pernah pernah marah. Harapan saya semoga cepet dibebasin karena aku ngerasa dia gak bersalah gitu loh. Kan waktu itu akun bangun, terus kaget, jadi pikiran tu belum jelas mencerna apa yang mereka bilang masih aneh," ujar IF, ibu dari dua anak ini.
Sementara itu, Sopyan, ayah dari terduga teroris RAH mengatakan, menyesalkan penangkapan yang dilakukan tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri terhadap anaknya itu. Di mata Sopyan, Rai Arbi merupakan anak yang baik dan tidak terlibat kegiatan yang mencolok.
Kegiatan sehari-harinya hanya mencari rumput untuk ternak kambingnya dan olahraga. "Gitu-gitu aja, gak ada kegiatan mencolok. Gak ada kegiatan di luar, urusan politik gitu, gak ada," kata Sopyan.
Sopyan tak tahu anaknya RAH ditangkap di mana. Karena, saat penangkapan terjadi, Sopyan sedang salat Ashar. Yang pasti, banyak orang datang ke rumahnya. Sedangkan arit dan sepeda motor RAH masih di lokasi mencari rumput.
Saat petugas datang, Sopyan sempat menanyangkan apa yang terjadi. Namun tidak dijelaskan oleh tim Densus 88 Antiteror. Dia berharap anaknya RAH segera dibebaskan dan kembali ke keluarganya. "Di sini (rumah) cuman penggeledahan. Gak ketemu apa-apa cuman buku tentang akidah. Gak ada sambungan sama urusan teroris," ujar Sopyan.