Kegiatan sehari-harinya hanya mencari rumput untuk ternak kambingnya dan olahraga. "Gitu-gitu aja, gak ada kegiatan mencolok. Gak ada kegiatan di luar, urusan politik gitu, gak ada," kata Sopyan.
Sopyan tak tahu anaknya RAH ditangkap di mana. Karena, saat penangkapan terjadi, Sopyan sedang salat Ashar. Yang pasti, banyak orang datang ke rumahnya. Sedangkan arit dan sepeda motor RAH masih di lokasi mencari rumput.
Saat petugas datang, Sopyan sempat menanyangkan apa yang terjadi. Namun tidak dijelaskan oleh tim Densus 88 Antiteror. Dia berharap anaknya RAH segera dibebaskan dan kembali ke keluarganya. "Di sini (rumah) cuman penggeledahan. Gak ketemu apa-apa cuman buku tentang akidah. Gak ada sambungan sama urusan teroris," ujar Sopyan.
Diberitakan sebelumnya, dua warga Desa/Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran berinisial Oman dan RAH ditangkap petugas Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri karena diduga terlibat jaringan teroris. Terduga teroris O sempat melawan tapi berhasil diredam petugas Densus 88 Antiteror.
Keduanya ditangkap pada Rabu (16/6/2021) di tempat dan waktu yang berbeda. Petugas Densus 88 Antiteror Polri menangkap terduga teroris berinisial O sekitar pukul 08.30 WIB. Sorenya sekitar pukul 15.00 WIB, menangkap R.