Setelah Sultan Kacirebonan I Sultan Cerbon Amirul Mukminin pada 1814, permaisuri Ratu Raja Resminingpuri, ibu dari Pangeran Raja Madenda Hidayat memutuskan untuk membangun sebuah keraton Kacirebonan di Pulasaren.
4. Keraton Keprabonan
Sejarah berdirinya Keraton Keprabonan berawal saat Belanda menawarkan perjanjian persahabatan kepada Kesultanan Cirebon pada 1681.
Waktu itu, Kesultanan Cirebon telah pecah menjadi dua, yaitu, Kasepuhan dan Kanoman. Perjanjian persahabatan pun ditandatangani pada 7 Januari 1681. Maksud di balik perjanjian persahabatan itu, Belanda berniat memonopoli perdagangan di wilayah Cirebon.
Sultan Kanoman I Muhammad Badrudin Kartawijaya memiliki dua orang putera dari permaisuri berbeda, yaitu Pangeran Adipati Kaprabon yang merupakan putera pertama dari permaisuri kedua Ratu Sultan Panengah dan Pangeran Raja Mandurareja Muhammad Qadirudin, putera kedua dari permaisuri ketiga Nyimas Ibu.
Setelah ayahandanya wafat, kedua puteranya ini sepakat melakukan perlawanan diam-diam terhadap Belanda. Kemudian Pangeran Raja Muhammad Qadirudin diresmikan sebagai Sultan Anom II keraton Kanoman dikarenakan saudaranya yaitu Pangeran Adipati Kaprabon yang merupakan putera pertama Sultan Anom I dari permaisuri keduanya Ratu Sultan Panengah memutuskan untuk memperdalam gama Islam dan menyerahkan kepemimpinan keraton Kanoman kepada adiknya Pangeran Raja Mandurareja Muhammad Qadirudin.