Cirebon yang berada di pesisir pantai utara Jawa ini pun berkembang pesat menjadi pelabuhan penting dalam jalur perdagangan dan pelayaran antarpulau.
Syiar Islam meluas di Jawa Barat. Tidak hanya wilayah pesisir, tetapi Islam masuk dan diterima masyarakat di pedalaman dan pegunungan Tatar Priangan. Saat ini, mayoritas penduduk di seluruh daerah Jawa Barat beragama Islam.
Namun kejayaan Kesultanan Cirebon memudar sepeninggal Sultan Abdul Karim pada 1677. Sejak Sultan Abdul Karim meninggal, para keturunannya berebut kekuasaan. Akhirnya, berdirilah empat keraton di Cirebon, yaitu, Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan, dan Keprabonan.
Dihimpun dari berbagai sumber, berikut 10 peninggalan Kerajaan Cirebon:
1. Keraton Kasepuhan
Kesultanan Cirebon didirikan di Dalem Agung Pakungwati sebagai pusat pemerintahan negara Islam. Dalem Agung Pakungwati sekarang menjadi Keraton Kasepuhan.
Dalem Agung Pakungwati yang kemudian berganti nama menjadi Keraton Pakungwati dibangun oleh Pangeran Cakrabuana pada 1430. Saat ini, keraton tersebut berlokasi di Jalan Kasepuhan Nomor 43, Kelurahan Kesepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Keraton tersebut berganti nama menjadi Keraton Kasepuhan sejak dikembangkan oleh Pangeran Mas Zainul Arifin pada 1529.