Kedua, lanjut Hasanuddin, PKB harus membuka diri terhadap kader lintas keilmuan. Jangan terlalu banyak sarjana agamanya. “PKB perlu memasukkan kader lintas keahlian. Ini untuk menjawab tantangan digitalisasi dan kemajuan teknologi,” katanya.
Adapun yang ketiga, Hasanuddin menyebut perlunya PKB memasukkan kader muda untuk menempati posisi dalam struktur partai.
“Perlu orang-orang yang lahir tahun 80 ke atas. Yang usia 35, 37. Mereka bisa menempati posisi penting dalam kepengurusan PKB. Ini utk merespons pemilih muda yang semakin besar tahun 2024,” ujarnya.
“Anak muda itu bisa didekati oleh anak muda sendiri. Maka anak muda harus diberi ruang dalam struktur PKB,” katanya.