DENPASAR, iNews.id - Pascadibebaskan Direktur Reskrimum Polda Bali, korban penyekapan di Jalan Batas Dukuh Sari Gang Merak, Sesetan, Denpasar mengalami trauma psikis. Ketiga korban, terutama sepasang lansia yang disekap mengaku khawatir jika masih ada orang suruhan datang ke rumahnya.
"Sampai sekarang orang di rumah nggak bisa makan enak. Semalam tidur pun juga nggak bisa nyenyak karena masih takut," kata Hendra usai membuat aduan masyarakat ke Polda Bali, Sabtu (3/10/2020).
Korban penyekapan, yakni kedua orang tua Hendra, bernama Hadi dan Djuni Japini serta anak laki-lakinya, dibebaskan Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Dodi Rahmawan. Pascadibebaskan, kondisi ketiganya langsung diperiksa Tim Kedokteran Kesehatan (Dokkes) Polda Bali.
"Dari dokter Polda Bali sempat datang setelah kejadian itu. Bapak saya diperiksa tensinya tinggi. Diminta datang periksa ke rumah sakit tapi katanya tidak apa-apa," katanya.
Hendra juga sempat mengkhawatirkan kesehatan istrinya yang selama kurang lebih tujuh jam berada di luar rumah bersama anak perempuannya berusia 15 tahun. Keduanya tidak bisa masuk ke rumah karena pintu disegel papan ukuran 2,5 x 5 meter.