Jenazah Remaja Penari Rangda yang Tewas Tertusuk Keris di Bali akan Diaben Siang Ini

Bagus Alit
Keluarga dan kerabat tengah menyiapkan sarana upacara untuk prosesi pengabenan remaja penari rangda yang tewas tertusuk keris, (7/2/2021) siang

“Kabupaten Badung kan masih PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), kami tidak melibatkan banyak orang untuk prosesi ngaben, dan tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata Suardana.

Keluarga mengaku telah mengikhlaskan kematian GNEP dalam insiden ritual napak pertiwi dan berharap peristiwa serupa tidak terulang. Sementara terkait proses hukum yang sedang berjalan, keluarga korban menyerahkan sepenuhnya pada institusi kepolisian.

Sejak sang ayah meninggal dan ibunya pergi dua tahun silam, GNEP hanya tinggal bersama nenek dan adik perempuannya.

Sebelumnya, GNEP tewas saat mengikuti prosesi keagamaan napak pertiwi, yakni ritual khusus untuk barong dan rangda. Korban yang menari rangda mengalami luka tusuk saat keris yang dibawa para pepatih, menembus bagian dada. 

Sayang, saat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya, nyawa korban tak dapat diselamatkan. 

Editor : Dewi Umaryati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kader Partai Perindo Berbaur dengan Warga Karangasem saat Upacara Pitra Yadnya

57 tahun lalu

Kabar Duka, Pande Ketut Krisna Pencipta Kaus Barong Bali Meninggal Dunia

57 tahun lalu

Kisah Bilal, Difabel Asal Banyuwangi Sukses Raup Cuan Lewat Kerajinan Barong

57 tahun lalu

Terlilit Utang Biaya Ngaben, Buruh Bangunan di Bali Nekat Curi Motor

57 tahun lalu

Bertambah, Korban Tewas Ledakan Ngaben Massal di Bali Jadi 3 Orang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal