Sebanyak tujuh partikel virus bernoda negatif yang memiliki fitur morfodiagnostik dicitrakan di sebuah bidang. Tampak virus berbentuk bundar yang garis selubungnya bebentuk seperti serpihan batu kecil.
“Singkatnya, sepengetahuan kami, ini adalah laporan pertama dari India yang mendeteksi virus SARS-CoV-2 yang menggunakan TEM langsung diambil dari spesimen usap di tenggorokan pasien yang terkonfirmasi oleh PCR. Meskipun pencitraan TEM dibatasi oleh beban partikel dalam spesimen, kami masih bisa mendeteksi partikel utuh yang dapat diidentifikasi secara morfologis,” demikian pernyataan di jurnal, seperti dikutip dari KT, Senin (30/3/2020).
Menurut artikel, setiap partikel virus terpelihara dengan sangat baik, menunjukkan fitur sangat khas dari virus corona. Partikel berukuran 75 nanometer itu menunjukkan penggumpalan noda yang tidak merata pada permukaan.
Hasil studi menunjukkan, pendeskripsian novel coronavirus saat ini adalah Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)-CoV-2 sesuai klasifikasi Komite Internasional tentang Taksonomi Virus ( ICTV).
Ini mungkin merupakan virus pneumonia terbaru pada manusia dengan potensi wabah tinggi.