Kapolda mengajak untuk mengawalinya dari Pulau Bali sebagai wajah keberagaman dan kemajemukan Indonesia pada tingkat regional maupun internasional.
"Kita menjaga Bali yang memiliki julukan The Island of Tolerance, the island of gods, the island of peace and love, dan the island of paradise, dengan tetap meng-ajeg-kan budaya lokal tanpa menutup diri dari budaya lain maupun budaya internasional pada kehidupan sosial masyarakat Bali," katanya.
Pada sambutannya, Kapolda Bali juga mengatakan momen kali ini bertepatan dengan peringatan ke-113 Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang bertemakan "BANGKIT!". Kehadiran para peserta dalam acara silaturahmi itu menjadi wujud komitmen integritas dan jati diri bahwa kita bisa bangkit.
"Indonesia merupakan bangsa yang tangguh sehingga kehadiran kita semua dalam acara silaturahmi ini sebagai salah satu wujud komitmen integritas dan jati diri bahwa kita bisa bangkit. Sebab, kita adalah satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air yaitu Indonesia," katanya.
Sementara Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah mengatakan, masyarakat Indonesia kebanyakan tidak memahami arti bineka. Akibatnya, banyak dijumpai di Indonesia perpecahan karena diskriminasi agama.