Mahardika juga menjelaskan, virus Covid-19 memang mempunyai sifat yang mudah berubah dalam waktu singkat. Karena itu menurutnya logis jika Covid-19 mudah melakukan mutasi.
“Bahwa mutasi atau munculnya varian-varian yang dominan ini sangat logis. Mempersingkat waktu jadi semakin banyak orang terinfeksi maka semakin banyak ruang untuk bermutasi,” katanya.
Namun, Mahardika mengatakan bahwa perubahan gen pada varian Delta hanya 0,1 persen atau sangat minor. Dia mengaku telah menganalisis 32 titik dari gen virus itu yang berubah.
"Itu hanya 0,1 persen secara statistik' Sebenarnya sangat kecil maknanya, tetapi ada beberapa mutasi yang kemungkinan menyebabkan virus ini mudah berkembang,” katanya.
Dengan demikian, Mahardika varian Delta ini belum bisa dikaitkan dengan lonjakan kasus Covid-19 yang sangat tinggi beberapa hari terakhir. Sebab menurutnya lonjakan kasus juga ada beberapa faktor manusianya yang juga berperan.
“Kita lihat bahwa terjadinya lonjakan kasus belakangan bukan hanya karena faktor virusnya, tetapi saya yakin sekali bahwa faktor manusianya juga berperan,” ujarnya.