Sejumlah warga mengaku merasakan getaran gempa cukup kencang sekitar tiga detik. Mereka memilih bertahan di pinggir jalan sambil memastikan tidak ada gempa susulan.
Gempa tersebut juga terasa hingga Pulau Lombok. Sejumlah warga dibuat panik dan keluar rumah sambil berteriak gempa.
"Gempa, Gempa semua keluar anak-anak keluar bawa semua keluar," ucap Fahrudin warga Kecamatan Narmada yang menyerukan kepada warga lainya.
Warga pun semua tidak ada yang diam didalam ruangan mereka semua keluar dan tidak berani masuk. "Sepertinya kita akan buat tenda lagi seperti tahun 2018 lalu" ucap warga lain Sri.
Gempa magnitudo 5,8 di selatan Kuta, Bali dirasakan warga masyarakat Jember. Getaran gempa yang begitu kuat membuat masyarakat panik dan ketakutan.
Beberapa di antara mereka bahkan lari keluar rumah, khawatir getaran gempa membahayakan mereka. Sebab, rumah mereka bergoyang meski hanya beberapa detik.
"Saya kaget, sebab lampu gantung di rumah saya tiba-tiba goyang. Sempat takut juga, sampai saya lari," kata tukang service radio, Kacung.