“Hingga pukul 16.00 WIB, hasil monitoring BMKG terhadap Gempa Bali-Lombok Mag.5,6 belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock),” kata Daryono dikutip dari akun @DaryonoBMKG.
Dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, kata dia, gempa Bali-Lombok Mag.5,6 yg terjadi merupakan jenis gempa menengah akibat aktivitas subduksi lempeng.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). “Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa Bali-Lombok Mag. 5,6 ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI,” katanya.
Kerasnya getaran gempa membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah. "Keras sekali. Lantai rumah sampai goyang," ujar Ketut Suamba, warga di daerah Ubung, Denpasar.
Suamba yang baru pulang kerja langsung berlari keluar rumah mengajak istri dan dua anaknya. Sejumlah tetangganya juga sudah berkumpul di pinggir jalan.