Gelang Tridatu, Makna Filosofi dan Sejarah Penggunaan oleh Masyarakat Bali

Reza Yunanto
Gelang Tridatu kerap digunakan masyarakat Bali, khususnya yang beragama Hindu. (Foto: Denpasarkota.go.id)

Benang Tridatu juga sebagai lambang Tri Kona, yaitu lahir, hidup, dan mati. Dengan memakai benang Tridatu, diharapkan manusia semakin mawas diri dalam perjalanan hidup yang dimulai sejak kelahiran hingga kematian. 

Sejarah Gelang Tridatu

Pada abad 14-15 masehi, Dalem Watu Renggong berkuasa sebagai raja di Bali. Dia menaklukkan Dalem Bungkut (Nusa) dan terjadi kesepakatan antara Dalem Bungkut dengan Dalem Watu Renggong. 

Kesepakatan itu berisi penyerahan kekuasaan Nusa kepada Dalem Watu Renggong. Disepakati juga, semua rencang dan ancangan Ratu Gede Macaling akan selalu melindungi umat Hindu dan masyarakat Bali yang bakti dan taat kepada leluhur. Mereka yang lalai akan dihukum oleh para rencang Ratu Gede Macaling. 

Saat itulah gelang Tridatu digunakan sebagai simbol untuk membedakan masyarakat yang taat kepada leluhur dan yang tidak taat.
 
Penggunaan gelang Tridatu kini telah menjadi identitas masyarakat Bali, khususnya yang beragama Hindu. Namun tak jarang gelang itu juga dipakai sebagai aksesoris warga non-Hindu.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
1 hari lalu

Miris! SD di Gianyar Bali Ini Tak Dapat Satu Pun Murid Baru

2 hari lalu

Kabur ke Perbukitan, WNA Inggris Curi Tas Turis Prancis Ditangkap di Nusa Penida

3 hari lalu

Paus Terdampar di Pantai Perancak Jembrana, Warga Berjibaku Evakuasi Dorong ke Laut

8 hari lalu

Epilepsi Kambuh saat Naik Motor, Pria di Gianyar Tewas Kecelakaan Jatuh ke Sungai

22 hari lalu

Perempuan di Gianyar Hilang di Pantai Masceti, Ditemukan Tewas Mengambang di Laut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal