"Yang mau dikirim adalah video materi menggambar. Tapi malah video orang dewasa yang terkirim," ucapnya.
Celakanya, oknum guru bejat itu ternyata tidak menguasai IT alias gaptek. Mengetahui file video yang dikirimnya salah, oknum guru itu panik dan tidak bisa menghapus kiriman video tersebut.
Sukarta menegaskan, berdasarkan kesepakatan, kasus ini telah diselesaikan secara kekeluargaan. "Yang bersangkutan telah meminta maaf kepada wali murid," katanya.