Sementara salah seorang warga binaan yang langsung bebas setelah mendapat remisi 15 hari, Taufik Kanu mengaku bahagia karena mendapat hidayah di Hari Raya Idul Fitri. Pria berusia 35 tahun ini sebelumnya mendekam di Lapas Kerobokan selama delapan bulan karena kasus disersi. Setelah menghirup udara segar, Taufik Kanu mengaku ingin segera pulang menemui keluarganya di Singaraja, Bali, untuk kembali menata hidupnya.
“Perasaan hari ini pokoknya enggak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Hikmah ataupun kehendak Allah buat saya hari ini amat sangat luar biasa. Ada dua yang saya dapat hari ini. Kemenangan merayakan hari Idul Fitri ini dan kebebasan yang diberikan dari lapas. Ini anugerah terindah buat saya,” kata Taufik Kanu.
Hingga saat ini, Lapas Kelas IIA Kerobokan dihuni 1.713 orang, overkapasitas sebanyak 1.390 narapidana dari daya tampung ideal 323 orang warga binaan.
Di akhir acara, para napi tak lupa saling bersalaman dan memaafkan di antara mereka. Untuk mempererat jalinan silaturahmi dan kebersamaan di antara para warga binaan juga digelar makan bersama.