"Omzet kita bisa belasan juta per bulannya," ucapnya.
Wahyu Soni mengaku menjual produknya itu melalui sistem online hingga offline. Tak hanya wilayah Babel, produknya itu diminati warga sejumlah kota di Kalimatan hingga Pulau Jawa.
"Sistem penjualannya mengunakan sistem online dan juga di kedai-kedai kopi," ucapnya.