Kisah Bajak Laut Pemersatu Warga Melayu-Tionghoa, Sosoknya Diabadikan Jadi Nama Bandara

Hasan Kurniawan
Sindonews
Ilustrasi foto Depati Amir (Foto: Ist)

Dalam melakukan perlawanan, Depati Amir dibantu adiknya Cing atau Hamzah sebagai panglima perang, serta sejumlah kerabatnya.

Pusat perlawanannya berada di Kampung Tjengal. Upaya pengorganisiran Depati Amir berhasil mendapatkan simpati dari sejumlah demang dan batin, sehingga perlawanan berlangsung sengit di sepanjang pantai timur Bangka.

Mulai dari Terentang, Ampang, Toboali, Jebus, dan Sungailiat, semua bangkit berjuang bersama dengan Depati Amir.

Dia juga mendapatkan dukungan dari sejumlah komunitas Tionghoa, mulai dari Kepala Parit, seperti Parit Kampung Air Duren, Parit Serut, Parit Singli Bawah dan seorang Letnan Tionghoa di Merawang, hingga Tionghoa Muslim.

Dengan bantuan kelompok Tionghoa ini, Depati Amir mendapatkan pasokan senjata dari Singapura. 

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bulan Kemerdekaan, Gubernur Khofifah Minta Bendera One Piece Jangan Dikibarkan

57 tahun lalu

Kisah Karomah Kiai Abbas Buntet, Bakiak dan Tasbih Hancurkan Pesawat Belanda

57 tahun lalu

Terima Keluhan Nelayan soal Bajak Laut, Ganjar: Praktik Pungli Kita Sikat

57 tahun lalu

Terowongan Tertua di Jawa Barat, Lampegan di Cianjur dan Kisah Nyi Sadea

57 tahun lalu

Eksekusi Lahan di Ternate Diwarnai Perlawanan dan Tangis Histeris 4 Pemilik Rumah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal