Pembangunan Jembatan Emas dimulai oleh Pemerintan Provinsi Kepulauan Babel pada 2009, dan beroperasi 2017. Proses pengerjaan juga melibatkan seorang konsultan ahli asal Inggris. Dana yang dihabiskan untuk membangun jembatan sebanyak Rp400 miliar yang berasal dari APBD.
Terdapat beberapa hal menarik yang dimiliki oleh Jembatan Emas. Di antaranya, jembatan bertipe cable stayed ini merupakan satu-satunya jembatan di Indonesia dengan sistem bascule, sehingga jembatan dapat diangkat atau diungkit.
Mesin hidrolik akan mengungkit bagian tengah jembatan hingga kemiringan tertentu agar kapal besar dapat melintas dengan leluasa. Sebab, tak terlalu jauh dari jembatan terdapat pelabuhan.
Sebenarnya ada jembatan lain di Indonesia yang dapat diangkat, yaitu Jembatan Ampera. Namun, Jembatan Ampera menggunakan teknologi gerak elevasi.
Sejak 1970, Jembatan Ampera sudah tidak lagi digerakkan naik-turun. Alasannya, butuh waktu yang cukup lama untuk proses naik-turun jembatan, sehingga apabila dilakukan dapat mengganggu kelancaran lalu lintas di atas jembatan.
Selain dapat menyaksikan proses naik dan turunnya Jembatan Emas di Bangka, masyarakat juga dapat menikmati pemandangan indah dari atas jembatan, seperti pantai dan laut.
Pengunjung bisa pula bermain di pantai dengan pasir putih yang terletak di dekat Jembatan Emas, yaitu Pantai Kuala.