Disampaikan oleh Gubernur, Babel yang merupakan daerah kepulauan, sangat mengandalkan transportasi penerbangan untuk perjalanan. Hal ini berbeda dengan daerah Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera yang bisa melalui jalur darat.
Pemprov akan berusaha meminta pertimbangan dari menteri terkait dengan menggunakan data. Rencananya, mulai pekan depan pihaknya akan melakukan survei serologi, agar mengetahui sejauh mana masyarakat Babel yang sudah memiliki antibodi. Diharapakan, semakin banyak masyarakat yang memiliki antibodi, maka akan semakin baik pula.
"Tentunya harapan kita kalau mencapai angka 80 persen keatas masyarakat kita sudah memiliki antibodi, insya Allah ini bisa menjadi bahan pertimbangan. Artinya, ketika orang ke sini (Babel) atau pun kita ke sana (luar Babel) tidak perlu menggunakan PCR, cukup antigen saja. Atau ada alternatif lain dengan mensubsidikan harga PCR, atau kita minta kepada perusahaan yang mengadakan PCR agar lebih murah. Karena siapa yang mau datang ke suatu daerah, apabila harga PCR nya masih tinggi," katanya.
Pemprov Babel pun berencana untuk meminta dibukanya penerbangan tujuan Jogja-Belitung-Bangka, Bangka-Belitung-Jogja, Jakarta-Belitung-Bangka-Palembang, serta Palembang-Bangka-Belitung-Jakarta.
"Semua ini perlu kita kaji bersama-sama, karena itu rapat kali ini sebetulnya dalam rangka kita menghadapi persaingan dan membangkitkan ekonomi masyarakat kita, bagaimana kita bisa memberikan dampak yang baik bagi masyarakat dan para pengusaha dalam menghadapi endemi," ucapnya.