Potensi Sumber Daya Alam Jawa Barat, dari Perkebunan hingga Pariwisata
BANDUNG, iNews.id - Provinsi Jawa Barat terletak di sebalah barat Pulau Jawa dengan Kota Bandung sebagai ibu kota. Jawa Barat merupakan satu dari 33 provinsi di Indonesia yang memiliki potensi sumber daya alam (SDA) melimpah.
Sebelum membahas potensi SDA Jabar, ada baiknya mengetahui profil provinsi ini. Secara administratif, Provinsi Jawa Barat berdiri sejak 19 Agustus 1945 dan dikukuhkan berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 1950.
Saat ini, Pemprov Jabar dipimpin oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Machmudin menggantikan Gubernur Jabar periode 2018-2023 Ridwan Kamil. Jawa Barat memiliki senjata khas Kujang.
Provinsi Jawa Barat memiliki luas wilayah 35.377,76 kilometer persegi. Wilayah seluas itu dihuni oleh total jumlah penduduk Jabar pada 2022 sebanyak 49.405.808 dengan tingkat kepadatan 1.400 per kilometer persegi.
Mayoritas penduduk Jawa Barat memeluk agama Islam dengan persentase 97,22 persen. Sisanya, 2,8 persen adalah pemeluk agama lain, termasuk kepercayaan monoteisme warisan leluhur, Sunda Wiwitan. Penduduk asli Provinsi Jabar adalah Suku Sunda.
Dari total penduduk Jawa Barat, 71,87 persen adalah Suku Sunda. Bahasa mayoritas yang digunakan penduduk Jawa Barat dalam percakapan dan pergaulan sehari-hari adalah Bahasa Sunda. Namun warga Jawa Barat pun fasih menggunakan Bahasa Indonesia dengan aksen dan dialek Sunda.
Pada 2022, Jabar memiliki nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) termasuk tinggi, yaitu, 73,12 pada 2022. Perekonomian Jabar, selain industri, juga ditopang oleh sektor pariwisata, jasa, pertanian, perikanan, dan pertambangan.
Jawa Barat banyak memiliki gunung api. Yang masih aktif dan sewaktu-waktu dapat meletus ada tujuh, yaitu, Gunung Gede Pangrango di perbatasan Cianjur, Sukabumi dan Bogor. Kemudian, Gunung Tangkuban Parahu di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Subang.
Selanjutnya, Gunung Guntur dan Papandayan di Kabupaten Garut. Gunung Galunggung di Kabupaten Tasikmalaya dan Gunung Ciremai di wilayah Kabupaten Kuningan dan Majalengka.
Keberadaan gunung-gunung api menyebabkan tanah Jawa Barat sangat subur. Kementerian Pertanian menyatakan Indonesia sebagai salah satu daftar negara penghasil padi terbesar.
Keberadaan gunung api di Jawa Barat juga memberikan berkah tersendiri dari sektor pertambangan dan energi.Seperti energi panas bumi, terdapat di Kabupaten Bandung, Garut, Sumedang KBB, Cisolok Sukabumi, Subang, dan Kuningan.
Selain itu, Jawa Barat juga banyak memiliki sungai dan bendungan yang potensial dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Di Jawa Barat terdapat sejumlah PLTA, antara lain, PLTA Cibadak, Sukabumi, PLTA Cirata (Cianjur, Purwakarta, dan KBB), PLTA Jatiluhur, Purwakarta, PLTA Saguling (KBB-Purwakarta), PLTA Jatigede, Sumedang, dan PLTA Cikalong, Kabupaten Bandung.
Salah satu provinsi lumbung pangan atau penghasil beras terbesar di Indonesia adalah Jawa Barat. Jawa Barat sebagai lumbung padi nasional ditopang oleh pengairan yang baik. Di Jawa Barat terdapat belasan waduk, bendungan, dan danau yang dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian.
Antara lain, Bendungan Rentang di Majalengka, Situ (Danau) Cileunca dan Cipananjung di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Wadung Cipancuh di Kabupaten Indramayu.
Waduk Cirata yang berada di perbatasan Kabupaten Purwakarta, Cianjur, dan Bandung Barat (KBB). Waduk Darma dan Kuningan di Kabupaten Kuningan. Waduk Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta. Waduk Jatigede dan Cipanas di Kabupaten Sumedang. Waduk Saguling di perbatan Kabupaten Bandung Barat dan Purwakarta.
Setu (Danau) Patok di Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon dan Bendung Walahar di Kabupaten Karawang. Kemudian, Waduk Ciawi dan Sukamahi Bogor. Waduk Leuwikeris di Kabupaten Ciamis dan Waduk Sadawarna di Subang.
Potensi sumber daya alam sawah ini juga banyak ditemui di Provinsi Jawa Barat. Tercatat terdapat saluran irigasi sepanjang 9.488.623 km yang mengaliri sawah-sawah di Jawa Barat. Sawah ini menghasilkan jutaan ton padi.
Pada 2006, Jawa Barat memiliki lahan sawah beririgasi teknis seluas 380.996 Ha. Sawah beririgasi semiteknis 116,443 Ha, dan sawah beririgasi nonteknis 428.461 ha.
Total saluran irigasi di Jawa Barat sepanjang 9.488.623 km, Sawah-sawah itu pada 2006 menghasilkan 9.418.882 ton padi, terdiri atas 9,103.800 ton padi sawah clan 315.082 ton padi ladang.
Provinsi Jawa Barat juga terkenal dengan potensi sumber daya alam perkebunan, seperti teh, karet, kakao, kopi, tebu, tembakau dan lain-lain. Perkebunan teh Jawa Barat telah terkenal sejak zaman kolonial Belanda.
Sebab, Jawa Barat sejumlah daerah dengan dataran tinggi yang cocok untuk tanaman teh. Teh merupakan tanaman yang hanya cocok tumbuh di pegunungan yang berhawa sejuk.
Perkebunan teh di Jawa Barat tersebar di Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Bogor, Cianjur, Sukabumi, Subang, dan Garut. Teh dikembangkan oleh perusahaan dagang Belanda, VOC. Produksi teh dari Indonesia menjadi komoditas dagang andalan kala itu.
Jawa Barat juga memiliki hutan yang cukup luas mencapai 764.387,59 Ha atau 20,62 persen dari total luas provinsi. Kawasan hutan itu terdiri atas hutan produksi seluas 362.980, 40 Ha atau 9,79 persen, hutan lindung 228.727,11 Ha (6,17 persen), dan hutan konservasi seluas 172.680 ha (4,63 persen).
Pemerintah juga menaruh perhatian serius pada hutan mangrove yang mencapai 40.129,89 Ha tersebar di 10 kabupaten Jawa Barat yang mempunyai pantai. Selain itu semua, ada lagi satu hutan lindung seluas 32.313,59 ha yang dikelola oleh Perum Perhutani Unit III jawa Barat dan Banten.