Dia mengakui kelalaiannya dalam mengoperasikan media sosial, menghapus konten terkait, serta berjanji melakukan introspeksi diri.
Kendati permohonan maaf telah disampaikan oleh sang anak, Nevirizal tetap mantap mengambil opsi mundur demi menegakkan prinsip akuntabilitas dan etika seorang pejabat publik.