Pelaku Pembantaian Guru Ngaji di Aceh Akan Dites Kejiwaan

Syukri Syarifuddin
Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto. (foto: iNews/Syukri Syarifuddin)

"Tiba di warung kopi pelaku mengatakan kepada orang tuanya bahwa sudah tidak aman. Kemudian ayahnya bersama pelaku pulang ke rumah," ujarnya.

Tiba di rumah, pelaku dikunci di dalam kamar oleh ayahnya. Lalu, tidak lama kemudian terjadi keributan di luar rumah mereka, mendengar itu pelaku langsung keluar dari rumahnya dengan membawa senjata tajam. 

Karena pelaku membawa senjata tajam, warga sekitar yang melihat berlari dan bersembunyi ke rumah masing-masing. 

Selanjutnya, pelaku berjalan ke rumah korban Ramlah yang saat itu sedang bersama dua anaknya dan seorang anak tetangga. 

Sebelum dianiaya, korban sempat mengatakan kepada pelaku agar tidak menyakiti anaknya karena masih kecil. Namun, karena merasa terhalangi, pelaku langsung menganiaya anak korban yang ketika itu memeganginya sambil meminta agar tidak menganiaya ibu mereka. 

"Karena merasa terhalangi pelaku langsung menikam kedua anak tersebut. Setelah itu pelaku mengejar korban yang jatuh dan menikam di bagian punggungnya. Saat itulah warga menolong dan mengamankan pelaku," kata Kapolres.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Guru Ngaji di Klaten Cabuli 2 Putri Kandung Sekaligus, Terungkap dari Diary Korban

57 tahun lalu

Penganiayaan Balita di Daycare Banda Aceh, Tersangka Bertambah Jadi 3 Orang

57 tahun lalu

BNPB Sebut Jalan di Aceh Pulih 100 Persen, Jalur Banda Aceh-Medan Kembali Normal

57 tahun lalu

Listrik di Banda Aceh Kembali Menyala, Disambut dengan Takbir

57 tahun lalu

Ponpes Babul Maghfirah Bantah Santri Bakar Asrama karena Bullying, Ini Faktanya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal