BANDA ACEH, iNews.id - Syardani Muhammad Syarif atau lebih dikenal Tengku Jamaika fokus mengembangkan budi daya tiram. Eks Jubir GAM Samudra Pasee itu membuka budi daya tiram super jumbo sekaligus mengedukasi masyarakat di pesisir Aceh Besar dan Banda Aceh.
Tengku Jamaika mengatakan peluang bisnis tiram sangat besar meski pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Bahkan tiram jumbo hasil budi daya laku di pasaran internasional.
"Tiram ini kan makanan masyarakat dunia sementara kalau kita terbatas, setelah dimasak. Kalau di luar negeri bisa dimakan mentah, jadi secara pasar tidak meragukan, yang meragukan itu kalau produknya tidak ada," kata Tengku Jamaika, Jumat (6/8/2021).
Dia mengaku terdorong untuk mengembangkan budi daya tiram karena sering melihat ibu-ibu mencari tiram dengan berendam di air hingga luka-luka. Tengku Jamaika lantas mengenalkan metode menggunakan ban mobil bekas yang lebih praktis.
Tengku Jamaika mengaku ingin menjadikan budi daya tiram miliknya di kolam apung kawasan perairan Ulee Lheuh, Banda Aceh sebagai pilot project pengembangan tiram yang modern di Aceh. Sekarang dia ingin mengenalkan cara mencari tiram dengan keranjang.