Sepekan sebelumnya, banjir terjadi pada 16 desa di Kecamatan Singkil. Total ada 32 fasilitas pendidikan terendam, rinciannya mencakup 16 sekolah dasar, 2 SMP, 2 PAUD, dan 6 TK. Dari total tersebut hanya 26 yang berada di bawah naungan Disdik Aceh Singkil.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terutama karena ujian sekolah tingkat akhir akan segera dilaksanakan. Untuk mengantisipasi ketertinggalan pelajaran, sekolah yang terdampak banjir tetap menjalankan proses belajar mengajar dengan metode daring dan luring.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil, Edi Widodo, menyatakan bahwa saat ini pihaknya sedang mencari solusi terhadap sekolah yang terdampak banjir, terutama mengingat pentingnya pelaksanaan ujian pada bulan Desember mendatang.
"Kami mencari alternatif jika belum surut, kemungkinan di fasilitas gedung-gedung pemerintah yang akan kita manfaatkan misalnya di gedung dinas kesehatan atau Bappeda," ucap Edi, Rabu (29/11/2023).