“Karoseri hidup lagi, tapi terjadi seleksi alam. Jadi kalau untuk bangun baru, sampai hari ini belum banyak. Hanya PO besar punya “sultan” yang uangnya tinggal metik yang bisa bangun baru. Untuk yang kelas level menengah mereka lebih banyak make over,” ujarnya.
Sani yang juga Direktur Utama Perusahaan Otobus Siliwangi Antar Nusa (PO SAN) baru-baru ini menambah armada baru. Tapi, itu dilakukan setelah menjual beberapa unit untuk diganti dengan yang baru demi peremajaan unit.
“Jadi kalau saya lihat saat ini industri karoseri selain produksi barunya juga sudah hidup, yang body repair ini lebih hidup sekarang,” katanya.
“Itu sebenarnya banyak dilakukan teman-teman saat ini, make over unit mereka agar lebih segar. Selain membuat tampilan lebih menarik, ini juga mengecilkan risiko karena mungkin beberapa bagian sudah korosi, jadi harus direparasi,” ujar Sani.
Salah satu cara melakukan peremajaan, kata Sani, dengan memotong bagian depan dan belakang. Biasanya bagian kaca depan dibentuk dengan model kekinian, yakni dengan double glass, tapi ada juga yang tetap menggunakan single glass.
Pada bagian belakang biasanya dibentuk lebih minimalis sesuai karakter setiap karoseri pembuat bodi yang akan menciptakan kesan bus tinggi. Bagian lampu depan dan belakang juga dibentuk lebih modern, sehingga bus terlihat seperti unit baru.