“Hanya hakim yang dapat menentukan mereka salah atau tidak. Usahakan jangan sampai terjadi konflik verbal dan non-verbal, apalagi fisik. Saya menyarankan jauhi konflik untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan,” katanya.
Hal senada disampaikan pengamat otomotif, Bebin Djuana. Dia menegaskan, meski tidak semua mengemudikan mobil dengan bodi lebih besar secara tidak langsung memberikan pengaruh psikologis kepada pengendara.
“Ini kembali lagi ke perilaku berkendara. Jika menempatkan diri sesuai dengan porsinya, maka kita bisa berkendara dengan bijak. Hanya mobil SUV ini kan bodinya lebih besar jadi merasa perlu diutamakan,” ujar Bebin.