Sistem rem hidrolis umumnya ada di rem depan motor yang berupa cakram atau piringan. Sistem rem hidrolis ini bekerja saat pengemudi sepeda motor menekan tuas rem depan.
Saat tuas rem depan ditekan maka piston akan mendorong pelumas yang ada di kabel rem akan terdorong ke depan hingga menekan piston besar yang ada di depan. Piston besar tersebut langsung menekan piringan sehingga terjadi pengereman.
"Untuk rem belakang motor saat ini banyak yang sudah cakram namun masih ada juga yang tromol," terang Tulus.
Untuk rem belakang yang masih tromol bekerja dengan memaksimalkan kabel atau sling. Saat pedal atau tuas rem belakang ditekan maka tuas akan menarik sebuah lengan yang ada di dekat rem tromol.
Di dalam lengan terdapat pin yang akhirnya membuka sepatu kampas rem. Alhasil sepatu kampas rem yang tertutup jadi terbuka sehingga membuat pengereman terjadi.