Atas alasan tersebut, banyak PO bus yang memutuskan tidak memasang tangki penampungan. Ini juga dianggap akan menambah biaya operasional karena harus memiliki alat penyedot kotoran dari tangki penampungan.
“Hal ini mengakibatkan kita tidak boleh menggunakan toilet saat bus berhenti. Bayangkan saja apabila kita kencing, dan bus yang kita tumpangi tidak terpasang tangki pembuangan. Selain megeluarkan bau yang mengganggu lingkungan di sekitar bus berhenti, tentu hal ini juga kurang etis,” tulis PO Putera Mulya di akun Instagram.
Selain dilarang menggunakan toilet saat bus sedang berhenti, penumpang juga dituntut bijak dalam menggunakan toilet. Sebab, air yang ditampung dalam tangki volume-nya sangat terbatas.
“Ini juga menyangkut kapasitas penampungan air pada tiap armada. Rata-rata tangki hanya cukup untuk menampung 200 liter air, dan itu dibagi untuk semua penumpang,” kata PO Putra Mulya.
Namun, PO Putera Mulya juga mengungkapkan bahwa penumpang bisa meminta ke sopir bus untuk berhenti di rest area terdekat apabila ingin buang air besar. Ini merupakan salah satu