JAKARTA, iNews.id – Target penjualan mobil di Indonesia tahun ini dipatok 850 ribu unit. Angka yang diproyeksikan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) ini sebagai target realistis di tengah dinamika ekonomi 2026 belum sepenuhnya stabil.
Meski relatif konservatif dibandingkan capaian 2025, Gaikindo menilai target tersebut mencerminkan kehati-hatian pelaku industri menghadapi tekanan daya beli dan kondisi makroekonomi. Terlebih, pasar otomotif nasional sempat mengalami perlambatan dalam beberapa tahun terakhir.
Gaikindo melihat stabilitas ekonomi menjadi faktor kunci untuk menjaga momentum industri. Tanpa dukungan kebijakan dan stimulus yang tepat, pasar berpotensi bergerak stagnan pada semester awal tahun.
Sejumlah faktor membayangi pergerakan pasar otomotif nasional. Daya beli konsumen masih menjadi penentu utama, terutama di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang memengaruhi alokasi pengeluaran rumah tangga.
Selain itu, kebijakan suku bunga juga memegang peranan penting. Tingginya bunga kredit membuat sebagian calon konsumen menunda pembelian kendaraan baru.
Di sisi lain, masifnya inovasi kendaraan listrik (EV) turut mengubah peta persaingan. Kehadiran merek-merek baru, khususnya dari China yang mulai melakukan perakitan lokal, memberi warna baru dalam industri otomotif Tanah Air.
Namun, kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih justru membuat industri pembiayaan atau multifinance semakin agresif. Perusahaan pembiayaan mulai tancap gas menghadirkan berbagai program untuk menjaga penyaluran kredit tetap tumbuh.