Menurut Abdul, motor listrik tidak akan mengalami penurunan dari segi kualitas karena tidak banyak komponen seperti motor konvensional. Motor listrik hanya perlu peremajaan baterai agar bisa kembali ke kondisi semula.
“Pada prinsipnya, motor listrik kalau diganti baterainya ya segar lagi. Tapi kembali lagi ke jenis motornya, ada motor-motor yang low dan high end. Kalau high end pasti sekennya orang mau beli. Apalagi kalau aftersales dan sparepart-nya terjamin. Karena ketika rusak, dia tetep bisa benerin,” ujarnya.
Seperti diketahui, pemain besar di Indonesia yang menjual motor listrik adalah PT Astra Honda Motor (AHM) dengan Honda EM1 e:. Motor listrik ini dihargai Rp33 juta dan Rp33,5 juta setelah mendapat subsidi pemerintah Rp7 juta.
Abdul menegaskan motor listrik dari merek ternama dengan pelayanan purna jual terjamin biasanya lebih banyak dicari pembeli. Sebab, meski statusnya bekas pakai konsumen punya jaminan perbaikan di bengkel resmi.
“Jadi (tergantung) kualitas motor dan layanan purna jual. Kalau keduanya bagus, harga sekennya ya tetap terjagalah, terlepas jatuh atau nggak (nilainya) ya tergantung hukum ekonomi,” katanya.