Menariknya, semangat petualang Derek sudah terlihat sejak lama. Foto-foto lamanya menunjukkan dia gemar melakukan olahraga paralayang di usia paruh baya, aktivitas yang membutuhkan keberanian dan adrenalin tinggi. Karakter pencari sensasi itu rupanya tak pernah benar-benar hilang.
Hingga kini, Derek masih rutin pergi ke pusat kebugaran dua kali seminggu. Di saat banyak orang seusianya mulai membatasi aktivitas fisik, dia justru tetap menjaga kebugaran tubuhnya. Konsistensi itu membuatnya masih percaya diri berada di balik kemudi mobil bertenaga besar.
Tak berhenti pada Macan, Derek bahkan sempat meminjam model legendaris Porsche 911 dari dealer lokal. Pengalaman itu semakin menegaskan kecintaannya pada performa khas Porsche. Dia pun mulai melirik kemungkinan mengganti Macan di masa depan.
Pilihan berikutnya sudah ada di benaknya, yakni Porsche Taycan versi listrik. “Mobil yang luar biasa. Butuh sedikit waktu bagi saya untuk meninggalkannya – tetapi wow, sungguh luar biasa!” kata Derek.
Komentar itu menunjukkan dia tetap terbuka terhadap perkembangan teknologi kendaraan listrik.
Kisah pasangan ini menjadi bukti semangat hidup tak mengenal batas usia. Dari era karburator hingga zaman mobil listrik yang kini mendominasi pasar Inggris, Derek dan Audrey tetap menjadi bagian dari perjalanan otomotif.
Membeli Porsche di usia 90 tahun bukan sekadar soal gaya hidup, tetapi simbol keberanian menikmati hidup sampai detik terakhir.