Chief Marketing Officer HMID Budi Nur Mukmin menambahkan soal penentuan harga merupakan strategi penjualan setiap merek. Sebab itu, dia tak merasa istilah perang harga tepat untuk kondisi pasar mobil listrik saat ini.
“Saya tidak tahu kata perang harga itu tepat. Karena setiap merek punya strategi sendiri ingin masuk ke segmen yang ingin dituju, kami juga punya strategi harga tertentu sesuai dengan karakteristik dari segmen itu,” katanya.
“Jadi dengan strategi itu, approach yang mereka lakukan saya gak bisa menyebut apakah itu sebagai definisi perang harga,” sambungnya.
Budi menegaskan bahwa setiap perusahaan memiliki kebijakan masing-masing, ditambah dengan bantuan dari pemerintah negara asal brand tersebut. Menurutnya, selisih harga mobil listrik yang ada saat ini merupakan strategi brand dalam menggaet konsumen.
“Definisi perang harga mungkin harus didefinisikan secara pasti, misal satu merek ada harga sekian, lainnya turun lagi itu mungkin itu perang harga. Tapi kalau setiap merek punya strategi sendiri saya rasa itu bukan perang harga. Itu cuma strategi aja,” ujarnya.