TANGERANG, iNews.id - Pemerintah Indonesia berusaha menekan emisi karbon yang dihasilkan kendaraan bermotor. Untuk itu, masyarakat diharapkan beralih menggunakan kendaraan listrik.
Tapi, sejumlah produsen juga menawarkan mobil hybrid sebagai opsi mobilitas ramah lingkungan. Alasannya, insfratruktur masih terbatas dan harga jual masih mahal sehingga belum dapat diterima pasar secara luas.
Seperti diketahui, mobil listrik memang sudah tidak lagi menggunakan bahan bakar fosil sebagai sumber daya utama. Sebab itu, kendaraan ini tidak menghasilkan emisi sehingga dianggap menjadi solusi mengatasi pencemaran udara.
"Kalau kita lihat memang battery electric vehicle (BEV) bisa menghemat sampai dengan 100 persen bahan bakar yang digunakan di kendaraannya," ujar Direktur Jenderal Ilmate Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (22/7/2024).
Putu menjelaskan Indonesia bisa menggunakan teknologi mobil alternatif lain yang lebih ramah lingkungan. Langkah ini sejalan dengan pengurangan konsumsi BBM seperti penggunaan mobil hybrid.